Peran Utama Shock Absorber Mobil, Fungsi dan Tips Perawatan

4 min read

Memahami shock absorber mobil menjadi ilmu penting untuk pemilik kendaraan roda empat. Apalagi disarankan untuk mengetahui detail semua bagian krusial pada mobil. Peredam guncangan menjadi salah satu bagian paling krusial.

Sayangnya masih belum banyak orang memahami betapa pentingnya bagian tersebut. Anda disarankan mengetahui bagaimana cara kerja, jenis, komponen sampai fungsinya. Termasuk dengan ciri-ciri kerusakan hingga cara merawatnya.

Shock Absorber Mobil Memengaruhi Kenyamanan Berkendara

Kegunaan shock absorber mobil penting karena membuat berkendara terasa nyaman. Pastikan mengetahui fungsi, peran sekaligus tips perawatannya.

Komponen ini menjadi bagian sistem suspensi mobil yang memastikan peredaman guncangan bekerja dengan maksimal. Prinsip kerjanya sebenarnya mirip dengan kompresor mobil. Kerjanya bergantung fluid yang telah terkompresi.

Shock absorber mobil digunakan mengolah gerak bolak-balik pada piston agar memberi maupun melepaskan tekanan fluida. Kemudian guncangan body karena gaya luar bisa diminimalisir. Berikut komponen yang dalam sparepat ini:

Piston sebagai pengatur volume agar tabung shock fluid terkompresi. Batang piston untuk penghubung piston beserta roda sehingga gerakan sesuai poros roda. Tabung shock sebagai wadah piston dan fluida.

Fluida yang dipakai sebagai peredam guncangan dari bagian body mobil. Disebut juga oli shock karena termasuk cairan hidrolik. Katup piston yang digunakan sebagai penyekat ruang dari atas dan bawah piston.

Sementara itu, untuk cara kerjanya yaitu diawali dengan langkah kompresi saat fluid ditekan. Tekanan memendek sampai piston menjadi naik. Gerakan ini membuat ruang bagian atas menyempit serta bagian bawahnya meluas.

Fluida ruang atas piston shock absorber mobil tertekan dan keluar. Katup piston tertekan, membuka, lalu satu saluran sehingga ruang gerakan terbatas. Arus fluida melambat di mana gerakannya yang mengurangi guncangan.

Selanjutnya terdapat langkah ekspansi atau gaya balik pegas. Prinsipnya mirip dengan langkah kompresi karena mampu membuat gerakan piston menjadi lambat. Alhasil sukses memberikan pengurangan atau peredaman pada guncangan body.

Anda dapat menemukan dua jenis yaitu dual action dan single action. Tipe dual action disertai kompresi dan ekspansi. Sedangkan tipe single action hanya disertai dengan satu saluran tambahan atau orifice.

Fungsi Komponen Shock Absorber Pada Mobil

Komponen shock absorber mobil pada dasarnya memiliki fungsi atau manfaatnya sendiri. Terdapat beberapa fungsi krusial yang tidak bisa digantikan oleh sparepart lainnya. Tidak heran pemilik kendaraan perlu memahami fungsinya.

Salah satu fungsi terpenting komponen ini adalah menjadi peredam guncangan. Khususnya saat bertemu daerah atau medan jalanan rusak maupun kurang rata. Ban mobil nantinya menyalurkan getaran atau gundangan ke mobil.

Jika jalanannya terlalu rusak, artinya guncangan atau getarannya semakin mudah dirasakan. Tapi karena sudah terdapat komponen ini mampu meredam guncangan yang terjadi. Kenyamanan sepanjang perjalanan dipastikan terasa konsisten.

Selain itu tidak merasa takut melewati daerah ekstrem lebih cepat. Bukan hanya manfaat kenyamanan yang dirasakan melakukan keamanan meningkat. Anda beserta penumpang lainnya bisa menikmati perjalanan dengan lebih baik.

Fungsi terpenting shock absorber mobil pada dasarnya bisa membuat sopir atau penumpang merasa bahagia. Khususnya karena selama berkendara tidak merasakan kurang nyaman. Walaupun jaraknya cukup jauh sekalipun tidak terganggu.

Sparepart ini memberikan sistem kompresi sesuai dengan guncangan mobil yang muncul. Kehadiran goncangan dahsyat rasanya tetap kecil bahkan tidak terasa sama sekali. Artinya poin nyaman dan aman yang diberikan terwujud.

Kalau tidak dilengkapi komponen ini, dapat dibayangkan bagaimana rasanya saat melewati jalanan rusak. Guncangan terlalu besar dan membahayakan orang di dalam mobil. Bukan hanya terbentur tapi tidak fokus saat berkendara.

Ciri Kerusakan dan Perawatan Penting untuk Peredam Kejut Motor

Menemukan kerusakan pada shock absorber mobil sebenarnya bukan menjadi hal yang aneh. Terutama karena bisa mengalami penurunan kemampuan karena berbagai faktor. Salah satu pertanda kerusakan yaitu posisi mobil menjadi miring.

Posisi tidak seimbang mungkin dapat Anda temukan khususnya saat mulai mengendarai. Bahkan saat memarkirkannya pada permukaan rata tetap tidak seimbang. Biasanya akan miring pada bagian kiri sehingga kelihatan buruk.

Selain itu tidak menutup kemungkinan Anda menemukan kebocoran pada bagian oli. Kerusakan ini terjadi pada bagian tabung sehingga oli keluar sedikit demi sedikit. Tentu termasuk kerusakan membahayakan karena bisa membesar.

Ciri lainnya yaitu kendaraan terasa terayun saat dipakai. Ditambah diiringi juga dengan suara benturan yang tidak terduga. Hal ini akan semakin terasa apabila melewati daerah atau medan dengan jalanan rusak.

Supaya tidak mengalami berbagai kerusakan, shock absorber mobil perlu Anda rawat dengan baik. Salah satu tips perawatan yang dibutuhkan yaitu mengecek melalui bengkel resmi. Cek fisik dibutuhkan untuk memeriksanya detail.

Nantinya Anda dapat berkonsultasi juga apabila menemui perubahan perilaku saat berkendara. Misalnya muncul terlalu banyak getaran intens atau miring saat bermanuver. Nantinya dapat menjadi pertanda yang bisa diperiksa lebih lanjut.

Kendaraan umumnya membutuhkan juga uji daya cengkeram dan harus mengeluarkan reaksi baik. Kilometer pemakaian dapat diperiksa selama servis rutin. Tentu mekanik akan mengetahui apa yang perlu dilakukan tergantung kondisinya.

Sebenarnya Anda disarankan untuk melakukan penggantian secara berkala. Biasanya dapat dilakukan setiap 80.000 km sampai 100.000 km. Tujuannya agar performa shock absorber mobil dapat diperbarui dan terjamin lebih optimal.

You May Also Like

More From Author