Sejarah Arab Spring dan Pengaruhnya Di Kawasan Timur Tengah

4 min read

Sejarah Arab Spring menjadi cerita kelam hancurnya beberapa Negara dikawasan timur tengah. Munculnya konflik kepentingan serta berkepanjangan dari beberapa negara luar dan ketegangan politik menjadi asumsi besar munculnya gerakan arab spring yang sangat membekas hingga saat ini.

Mekanisme penting yang tentunya wajib menjadi perhatian adalah bahwa terjadinya sejarah ini memiliki intrik penting sebelumnya. Salah satunya tentu focus pada protes berkepanjangan dari rezim otoriter yang berdampak pada pengangguran merajalela, korupsi sangat marak terjadi, hingga inflasi pada aspek ekonomi yang membuat timur tengah sangat jatuh.

Awalnya sejarah Arab Spring ini terjadi pertama kali di Tunisia dan kemudian bergerak dan berdampak pada beberapa negara timur tengah lain, mulai dari Mesir, Yaman, Libya, hingga suriah. Tidak hanya itu saja, ada beberapa negara pada kawasan tersebut dengan memicu timbulnya perang saudara dan antar etnis.

Untuk memahami lebih rinci dan serta lengkap, maka berikut ini adalah beberapa rentetan peristiwa pada kurun waktu tahun 2010 hingga 2012. Bahkan sampai tahun 2021, masih ada beberapa efek dari gejolak gelombang demonstrasi besar tersebut khususnya pada dinamika politik dan kekuasaan setiap negara bagian.

Rentetan Sejarah Arab Spring Dari Awal Hingga Akhir

Setidaknya ada beberapa rangkuman secara singkat mengenai awal mula terjadinya peristiwa tersebut dari awal hingga akhir. Beberapa rangkuman tersebut tentu bisa menjadi akumulasi penting bagi Anda untuk mengenal dan memahami gambaran awal mula sejarah tersebut terjadi dan berpengaruh hingga saat ini.

  1. Protes Awal Desember 2010

    Sejarah Arab Spring pertama tentu dipicu pada munculnya protes beberapa orang pada kawasan Tunisia. Protes ini tentu menjadi titik awal demonstran yang meminta reformasi dan keadilan akibat beberapa rezim yang otoriter dan berakibat pada kesengsaraan berkepanjangan di masyarakat.

    Salah satu protes keras yang terjadi tersebut berasal dari seorang pedagang bernama Mohamed Bouazizi. Pihaknya mampu memicu dan memberikan pengaruh pada gelombang reformasi lebih besar dengan dalih ketidak puasan dan sudah sampai pada rasa tidak percaya diri pada semua kebijakan negara.

  2. Revolusi Pada Januari 2011

    Sejarah Arab Spring berlanjut dengan sangat cepat satu bulan setalah adanya protes cukup keras dari Mohamed Bouazizi. Sehingga secara otomatis juga mampu memberikan pengaruh besar terjadinya revolusi di bulan Januari 2011 sebagai gelombang demonstrasi pertama.

    Gelombang massa yang semakin besar dengan gerakan revolusi sangat massif pada beberapa tempat tidak berjalan sia-sia. Pasalnya semua rentetan peristiwa demonstrasi tersebut berhasil menjatuhkan presiden Tunia saat itu yakni Zine el Abidine ben Ali, serta mampu menjadi inspirasi dan menyulut gerakan keras lainnya.

  3. Meluasnya Gerakan Revolusi Pada Februari 2011

    Sejarah Arab Spring berikutnya adalah meluasnya kabar mengenai jatuhnya presiden Tunisia saat itu akibat gelombang revolusi yang memberikan inspirasi lebih lanjut bagi semua negara bagian timur tengah. Bahkan menjadi asumsi besar munculnya gerakan lanjutan di berbagai tempat.

    Hal tersebut tentu berpengaruh langsung pada satu bulan setelah tumbangnya presiden Tunisia yang memicu gerakan serupa pada negara Libya, Bahrain, hingga Yaman. Akan tetapi pada bulan februari tersebut gerakan paling keras berikutnya datang dari negara Mesir yang memicu mundurnya Presiden Hosni Mubarok setelah berkuasa sangat lama.

  4. Meninggalnya Muammar Khadafi

    Sejarah Arab Spring keempat sebagai rentetan peristiwa berikutnya berefek pada meninggalnya salah satu pemimpin berkarakter dari Libya yakni Muammad Ghadafi. Meninggalnya Muammar Khadafi terjadi pada bulan oktober tahun 2011 dimana gelombang demonstrasi kawasan timur tengah masih berlanjut dan belum stabil.

    Meski ada intervensi militer internasional pada peristiwa meninggalnya pemimpin Libya tersebut, namun masih berhubungan dengan revolusi besar besaran yang ada pada beberapa negara. Pada bulan tersebut juga Mesir dan Tunisia telah melakukan transisi kepemimpinan meski dengan konflik yang belum stabil.

  5. Maraknya Perang Saudara Sejak Tahun 2012 di Suriah

    Efek dari Arab Spring tersebut bahkan masih terasa pada tahun 2012. Belum stabilnya transisi kepemimpinan setelah terjadinya revolusi besar-besar tentu memberikan efek negative seperti perang saudara karena perbedaan pendapat.

    Salah satunya adalah negara Suriah yang hingga saat ini belum mampu memberikan efek damai dan aman bagi warganya. Banyaknya intervensi kepentingan masih berlanjut yang membuatnya masih menjadi nagara konflik.

  6. Efek dan Dampaknya Setelah Satu Dekade

    Sejarah Arab Spring terakhir tentunya berada pada apa saja dampak yang terjadi setelah hampir satu decade terlewatkan sejak awal mula gelombang demonstran pertama kali terjadi. Hal ini tentu menjadi acuan penting mengenai kerasnya peristiwa tersebut terjadi.

    Salah satu efek panjang sampai saat ini tentunya adalah masih terjadinya konflik kepentingan, intrik kekuasaan, hingga kekerasan serta distabilisasi masih marak terjadi. Sehingga membentuk sentiment politik buruk sampai sekarang.

Semua rentetan singkat dari sejarah Arab Spring tersebut bisa menjadi renungan panjang mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan.

You May Also Like

More From Author